Thursday, April 14, 2011

BIMBINGAN DAN KAUNSELING: MESYUARAT (TUGASAN)




Munajat Dini hari Yang Menyentuh hati  
Oleh: Syamsuri Rifai  

Munajat ini sangatlah bermanfaat untuk memperoleh penjagaan dan perlindungan Allah swt dari segala apa yang kita takutkan khususnya di saat-saat dunia sedangkan dilanda bermacam-macam musibah. Munajat ini juga bermanfaat untuk memperoleh keluasan rizki yang halal dan berkah; dan untuk memperoleh ketentraman dan kedamaian hati khususnya saat-saat menghadapi problem yang menggoncang kehidupan kita. Saya yakin munajat ini  jika dibaca dan diresapi maknanya, dapat mengalirkan air mata kita saat-saat dalam kesendirian. Waktu untuk membaca munajat ini dari jam tiga malam sesudah shalat layl (shalat malam) hingga menjelang waktu Subuh:  

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad  

Ya Allah, Duhai Pelindungku dalam dukaku  
Duhai Sahabatku dalam deritaku  
Duhai Kekasihku dalam nikmatku  
Duhai Tujuanku dalam harapanku  
Engkaulah Yang Menutupi rahasiaku,Yang Menenteramkan ketakutanku,  
Yang Memaafkan ketergelinciranku, ampuni kesalahanku.  

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu kepatuhan dalam keimanan sebelum kepatuhan kehinaan dalam neraka. Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Tunggal, wahai Yang Tak Beranak dan tidak diperanakkan, serta tak ada tandingan bagi-Nya.  

Wahai Yang Memberi orang yang memohon karunia dan rahmat-Nya  
Wahai Yang Memulai dengan kebaikan kepada orang yang tidak memohon karunia dan kemuliaan-Nya yang abadi.  
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.  
Anugerahkan padaku rahmat yang luas dan meliputi, yang dengannya aku mencapai kebaikan di dunia dan akhirat.  

Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu, yang dengannya aku bertaubat pada-Mu dan kembali pada-Mu. Aku memohon ampun kepada-Mu dari segala kebaikan yang kuinginkan saat aku menghadap pada-Mu, yang di dalamnya bercampur sesuatu yang tak layak bagi-Mu.  

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, maafkan kezalimanku dan kedurhakaanku wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Tidak Menyia-nyiakan orang yang bermohon, wahai Yang Tidak habis karunia-Nya karena orang yang memperolehnya, wahai Yang Maha Tinggi sehingga tidak ada sesuatu pun yang mengungguli-Nya, wahai Yang Maha Dekat sehingga tidak ada sesuatu selain-Nya.  

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sayangi daku wahai Yang Membelah lautan untuk Musa. Sayangi daku malam ini, malam ini, malam ini; saat ini, saat ini, saat ini.  

Ya Allah, sucikan hatiku dari kemunafikan, amalku dari riya', lisanku dari dusta, mataku dari khianat, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui semua mata yang berkhianat, dan semua yang tersimpan di dalam hati.    

Ya Rabbi  
Inilah saatnya orang mencari perlindungan dengan-Mu dari api neraka  
Inilah saatnya orang memohon penjagaan dengan-Mu dari api neraka  
Inilah saatnya orang memohon pertolongan dengan-Mu dari api neraka  

Inilah saatnya orang berlari kepada-Mu dari api neraka  
Inilah saatnya orang karena kesalahannya kembali kepada-Mu, mengakui  
dosanya dan bertaubat kepada Tuhannya.  

Inilah saatnya orang yang sengsara dan butuh kepada-Mu  
Inilah saatnya orang yang ketakutan dan mencari perlindungan-Mu  
Inilah saatnya orang yang duka dan menderita  
Inilah saatnya orang yang kebingungan dan kesulitan  

Inilah saatnya orang yang terasing dan tenggelam dalam kesunyian  
Inilah saatnya orang yang kesepian dan sendirian  
Inilah saatnya orang yang tidak mendapatkan pengampun dosanya kecuali dari-Mu yang tak ada yang memberi kekuatan pada kelemahannya kecuali Engkau yang tak ada yang memberi kebahagiaan atas penderitaannya selain- Mu  

Ya Allah, wahai Yang Maha Mulia, jangan campakkan wajahku ke dalam api neraka setelah tenggelam dalam sujud pada-Mu, merebah di hadapan-Mu karena tak mensyukuri kebaikan-Mu padaku. Padahal, segala puji bagi-Mu, anugrah dan karunia yang aku peroleh adalah milik-Mu.  

Ya Rabbi, ya Rabbi (diulang-ulang tanpa bernafas hingga akhir kemampuan bernafas),  
Sayangi kelemahanku dan sedikitnya dayaku, lemahnya kulitku dan hancurnya anggota tubuhku, berserakannya dagingku, jasadku dan tubuhku, kesendirianku dan kesepianku di kuburku dan segala keluh-kesahku dalam ujian yang kecil.  

Ya Rabbi, aku  memohon pada-Mu kesejukan hati pada hari kerugian dan penyesalan. Putihkan wajahku ya Rabbi pada hari wajah-wajah menjadi hitam Lindungi daku dari peristiwa besar yang menakutkan  

Aku memohon pada-Mu  
kebahagiaan pada hari semua hati dan pandangan diputarbalikkan  
kedamaian pada saat aku berpisah dengan dunia.  

Segala puji bagi Allah, yang aku harapkan pertolongan-Nya dalam hidupku, yang aku persiapkan sebagai simpanan pada hari aku membutuhkan.  

Segala puji bagi Allah, kepada-Nya aku berdoa, tidak kepada selain-Nya, dan sekiranya aku berdoa kepada selain-Nya niscaya mengecewakan doaku.  

Segala puji bagi Allah, kepada-Nya aku berharap, tidak kepada selain-Nya, dan sekiranya aku berharap kepada selain-Nya tentu berbeda dengan harapanku.  

Segala puji bagi Allah,  Yang Memberi kenikmatan, Yang Memberi kebaikan, Yang Memberi keindahan, Yang Memberi karunia. Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan, Yang Memiliki semua kenikmatan, Yang Memiliki semua kebaikan, Puncak segala harapan, Yang Menunaikan semua keperluan.  

Ya Allah,  sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad  
Karuniakan padaku keyakinan dan berbaik sangka pada-Mu  
Kuatkan dalam hatiku harapanku pada-Mu  
Putuskan harapanku pada selain-Mu, sehingga aku tidak berharap kecuali kepada-Mu dan tidak percaya kecuali kepada-Mu.  

Ya Latif, wahai Yang Maha Lembut terhadap apa yang  Kau kehendaki, sayangi daku dalam segala keadaanku sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridhai.  

Ya Rabbi, sungguh aku ini lemah terhadap api neraka, maka jangan siksa daku dengan api neraka.  
Ya Rabbi, sayangi doaku, kerendahanku, ketakutanku, kehinaanku dan kemiskinanku,  
harapanku dalam perlindungan dan pertolongan.  

Ya Rabbi, sungguh aku ini lemah untuk mendapatkan dunia sedangkan Engkau Maha Luas rizki-Nya dan Maha Dermawan.  

Ya Rabbi, aku memohon pada-Mu dengan kekuatan-Mu terhadap dunia, dengan kekuasaan-Mu atasnya, dengan ketidakbutuhan-Mu padanya dan kebutuhanku padanya, karuniakan padaku tahun ini, bulan ini, hari ini, saat ini, rizki yang membuatku merasa cukup dari rizki yang halal dan baik yang ada di tangan manusia.  

Ya Rabbi, aku berharap dari-Mu, aku mengingikan dari-Mu, aku bermohon pada-Mu, karena Engkaulah pemilik semua itu. Aku tidak berharap kepada selain-Mu, aku tidak percaya kecuali kepada-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.  

Ya Rabbi, telah aku zalimi diriku, ampuni aku, sayangi aku, maafkan aku. Wahai Yang Maha Mendengar semua suara, wahai Yang Maha Meliputi semua yang berlalu, wahai Yang Menyelamatkan semua jiwa setelah kematian, wahai Yang Maha Suci dari semua kegelapan, Yang Tidak diserupai oleh semua suara, dan Tidak disibukkan oleh segala sesuatu.  

Karuniakan kepada Muhammad saw dan keluarganya yang paling utama dari apa yang ia mohon pada-Mu yang paling utama dari apa yang pernah dimohon pada-Mu yang paling utama dari apa yang selalu dimohon pada-Mu hingga hari  kiamat.  
Anugerahkan padaku keselamatan sehingga menenteramkan kehidupan dan penghidupanku.  
Akhiri hidupku dengan kebaikan sehingga dosa-dosa tidak membahayakanku.  
Ya Allah, karuniakan padaku rasa ridha dalam hatiku terhadap apa yang telah Kau bagikan padaku sehingga aku tidak meminta sesuatu kepada selain-Mu.  

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad  
Bukakan bagiku khazanah-khazanah rahmat-Mu  
Sayangi daku dengan rahmat-Mu  
Jangan siksa daku sesudah ini selamanya di dunia dan akhirat  
Karuniakan padaku rizki yang halal dan baik dari karunia-Mu yang luas  
Sehingga aku tidak butuh kepada  selain-Mu, tambah bersyukur pada-  
Mu, bertambah butuh pada-Mu dan tidak butuh kepada selain-Mu, dan memperoleh kesucian diri dari-Mu.  

Wahai Yang Memberi kebaikan, wahai Yang Memberi keindahan, wahai  
Yang Memberi karunia, wahai Yang Memiliki segala sesuatu, wahai Yang  
Menentukan takdir.  
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad,  
Selamatkan daku dari segala kesulitan  
Penuhi daku dengan yang terbaik  
Berkahi daku dalam segala urusanku  
Penuhi semua kebutuhanku.  

Ya Allah,  mudahkan bagiku apa yang kutakutkan kesulitannya, karena untuk memudahkan semua yang aku takutkan kesulitannya adalah mudah bagi-Mu.  
Mudahkan bagiku apa yang kutakutkan kesedihannya  
Jauhkan dariku apa yang kutakutkan kesempitannya  
Selamatkan daku dari apa yang kutakutkan penderitaannya  
Singkirkan dariku apa yang kutakutkan bala'nya  
Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.  
    
Ya Allah      
Penuhi hatiku dengan rasa cinta pada-Mu dan takut pada-Mu pengakuan terhadap keberanaran-Mu dan keimanan pada-Mu kesendirian bersama-Mu dan kerinduan pada-Mu  
Yâ Dzal jalâli wal Ikrmâ, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.  

Ya Allah, Engkau mempunyai hak atasku, bantulah aku memenuhinya. Aku juga mempunyai tanggung jawab pada manusia, berilah aku kekuatan untuk memikulnya. Telah Engkau tentukan jamuan bagi setiap tamu-Mu.  
Aku adalah tamu-Mu, maka jadikanlah surga sebagai jamuanku malam ini. Wahai Pemberi surga, wahai Pemberi ampunan. Lâ hawla walâ quwwata illâ bilka, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.  

Munajat ini dikutip dan diterjemahkan oleh Syamsuri Rifa'i dari Mafatihul Jinan, bab 2, halaman 198).  

Tek arab dan bacaan tek latin Munajat ini,  juga Amalan praktis dan  
doa-doa pilihan, berikut eBooks Adab2 haji dan doa2nya, kunjungi:  

Informasi tetang amalan praktis dan doa-doa pilihan, kunjungi:  

Feng Shui Islami dan rumus2nya, kunjungi:  



Sunday, April 10, 2011

understand women.


It has been a well accepted fact that men are basically clueless to whatever it is that attracts women. In fact, some reports contend that women are so hard to comprehend that even if men master how to decode their body language, still, they just could not understand women, in one way or another.

According to some studies, 3 out of 10 men are can attest that they really understand women.

The remaining 7, you ask? They are out in the haystack finding needles. This means that almost 70% of the men population in the U.S. contends that whatever they do, they still could not figure out how to understand women.

For this reason, men are having a hard time to figure out what attract women sexually and romantically in a relationship. 6 out of ten men attest that women are so unpredictable that what they thought women are attracted to, they suddenly realize in the end that it is not the right things after all.

So for those who are still confused, dazed, and perplexed on what attracts women, here is a list that could serve as your guide if you want to know how to catch your girl's attention:

1. Women are not attracted to "nice guys"

There are instances wherein some guys thought that in order to attract women, they must be good looking, smells really good, dress really good, and projects a goody-two-shoes image.

What these guys do not know is that, in reality, women are more attracted to men who project "bad-boy" image rather than those who are nice. This is because most women find nice guys relatively boring and uninteresting as compared to those who are funny and confident about themselves.

Surveys show that 30% of women value personality most. Though, this does not necessarily mean that women prefer nice personalities. What women would rather have are men who have lovable personalities brought about by their sense of humor and confidence.

The point is that some clinical studies done to uncover the truth about men and women revealed that men are, generally, more concerned with their looks, while women are more into the character and the way men behave around women.

2. Women are attracted to things that cannot be initially seen by the human eye

This goes to show that innate things, those that are not constrained by physical boundaries and limitations are what really attract women. Women are more concerned with what they cannot see literally. This could refer to personality traits, behavior, and attitude.

No wonder why most women would rather date a man who has good personality even if the guy is not good looking or he does not have a car.

3. Women are more attracted to men who knows how to handle themselves quite well

The problem with most men is that they are very egoistic that they are more focused on what the public would see them.

On the contrary, women are not so much on what makes a man but rather on how man makes out of himself. For instance, women are not concerned on the physical attributes of a man but more on how the man takes care of his body.

Another example, if a particular man is rich and famous, it may hold some possible attraction between the man and a woman. However, this will not guarantee that women will opt to have the rich and famous for a relationship. If the woman will be able to perceive how this man manages his finances well, then, that is the only time the woman will pay attention to the guy.

The point here is that material things like wealth, looks, physical attributes, education, influence, power, etc., still do matter. However, it these do not necessarily mean that these things are everything that a man needs in order to be attractive to women.

The truth is that in order to attract women, men must, generally, have nice attitude and personality. It is only when men make women feel that whenever women are with them, they would feel safe and secured.

Given all that, women and men view of the concept of attraction varies considerably. This goes to show that if ever a man would like to attract a particular woman, he should set aside his own point of view and interest, and instead, try to work out in order to catch the attention of the woman.

Sayangilah Mereka


Bayangkan setiap 15 minit berlaku perceraian ... Begitulah rapuhnya rumah tangga umat Islam di Malaysia. Rumah tangga adalah benteng terakhir ummah, tempat bermulanya tapak generasi. Jika di situ sudah bermasaalah, di tempat lain tidak dapat dibayangkan lagi. Ada sahaja kisah suami yang curang, isteri yang beralih cinta. Kekadang anak telah dua, tiga dan empat... tetapi masih ingin memburu cinta. Ada yang memburu di alam nyata (menjejak semula kekasih lama atau terjumpa kekasih baru), ada yang memburu cinta di alam siber - bencinta lewat laman sosial ienternet yang serba maya.

Entah apa yang diburu oleh manusia yang hidup di dunia tanpa menyedari hari kembalinya yang pasti ke akhirat. Di mana ditekakkan Allah dalam peta cintanya sesama manusia. Suami yang ada dipersia, lelaki lain pula dicari sebagai ganti. Konon lelakinya tidak bertanggung jawab, tidak romantik, tidak pandai membelai atau apa sahaja. Berikan nama yang buruk pada anjing dan bunuh saja! Begitu kata pepatah Inggeris. Apabila hati sudah berubah, segala kebaikan dahulu dilupakan. Isteri yang di sisi sudah setia, perempuan baru pula diburu kononnya demi cinta. Segala yang buruk-buruk dibongkar, dijadikan justifikasi untuk menghalalkan cinta baru yang digilai siang dan malam.

Manusia itu seperti kelkatu yang terbang menuju sumber cahaya. Sudah ramai yang terhantuk lalu jatuh bergelimpanagan di lantai... namun kelkatu yang lain masih terus terbang menuju tempat yang sama. Tidak pernah ada yang mengambil iktibar daripada korban-korban yang telah bergelimpangan. Maka begitulah suami dan isteri yang tertipu ini, memburu cinta bagai kelkatu memburu cahaya... Tujuan tidak akan tercapai, bahkan akan terjadi kebinasaan, namun dia pergi jua. Percayalah, tidak akan ada ketenangan dan kebahagiaan di atas kesusahan, kezaliman dan penindasan terhadap orang lain. Allah benci orang zalim! Dan kebencian itu sudah cukup untuk menyebabkan penderitaan seumur hidup.

Mengapa kau zalimi anak mu, isteri atau suami mu? Apakah dosa mereka terlalu besar hingga kau tidak sudi lagi memaafkan? Apakah kau tidak menyedari bahawa pasangan mu adalah cermin kepada diri mu sendiri? Maksudnya, siapa dia ditentukan juga oleh siapa kita yang sebenarnya? Dirimu dan pasanganmu saling mencorakkan. Ketika palitan hitam kau katakan ada pada wajahnya, sedarkah engkau bahawa kau juga yang pernah melakarkannya? Jadi, bertanggung jawablah. Jangan lari. Binalah semula rumah tangga mu... kerana cinta yang ada di tanganmu kini adalah nyata, manakala yang kau buru itu mungkin hanya fotomorgana.

Bagi suami atau isteri yang ditinggalkan... sedarkan dia. Doakan dia. Berusahalah sedaya mungkin untuk 'mengembalikan' dia kepada cinta yang nyata. Namun kalau dia berdegil, biarlah dia pergi. Hidupmu terlalu singkat untuk 'dirosakkan' oleh dia seorang. Ingat dia itu bukan cinta nombor 1!

Nombor 1 Allah. Nombor 2 Rasulullah. Nombor 3, suami). Itulah turutan cinta seorang wanita bernama isteri, (jika pada lelaki, nombor 3 itu ibu, no 4 itu apa, no 5 baru isteri). Agar tidak menderita, jagalah turutan cinta ini. Yang dahulu, wajar didahulukan. Yang kemudian, mesti dikemudiankan. Jangan disusun cinta itu begini… Nombor 1 suami. Nombor 2 suami. Nombor 3 pun suami. Ini tindakan yang bakal mengundang kecewa. Teruskan membaca kiriman ini

Friday, January 21, 2011

Gangguan Seksual Ejakulasi



Selama ini masyarakat mungkin hanya mendengar gangguan seksual ejakulasi dini (terlalu cepat ejakulasi). Padahal ada juga masalah seks terbaru saat ini yaitu ejakulasi tertunda (terlalu lama mencapai ejakulasi) yang salah satu penyebabnya akibat terlalu sering masturbasi.

Masalah ejakulasi tertunda (delayed/retarded ejaculation) makin sering dijumpai. Kondisi ini ditandai dengan:

Memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai orgasme misalnya lebih dari 30 menit
Hanya boleh mencapai ejakulasi melalui masturbasi
Atau tidak boleh mencapai ejakulasi sama sekali.

"Salah satu alasan atau penyebab penundaan ejakulasi ini kemungkinan karena laki-laki tersebut sering melakukan masturbasi dan stimulasi sendiri ini boleh mempengaruhi kemampuan ejakulasi seseorang," ujar Ian Kerner, PhD, seperti dikutip dari Menshealth.com, Selasa (16/11/2010).

Ketika seorang laki-laki melakukan masturbasi ada kemungkinan ia memberikan tekanan yang lebih tinggi dengan tangannya sendiri dibandingkan dengan tekanan yang diberikan oleh vagina pasangannya.

Jika kondisi ini sering terjadi, maka ia akan memerlukan tekanan yang lebih besar dari vagina pasangannya untuk mencapai orgasme sehingga memicu terjadinya ejakulasi tertunda atau waktu ejakulasi yang lebih lama.

Selain itu mudahnya mengakses video atau segala hal yang berhubungan dengan pornografi juga berperanan dalam hal ejakulasi tertunda. Akses porno yang mudah membuat laki-laki sering melakukan masturbasi yang mengakibatkan diperlukan peningkatan waktu untuk mencapai orgasme atau ejakulasi saat berhubungan seks secara nyata.

Ejakulasi tertunda biasanya akan menimbulkan masalah yang cukup serius, seperti berkurangnya kenikmatan seksual bagi lelaki atau pasangannya, stres dengan kinerja seksual, kurangnya keharmonisan rumahtangga, serta dapat menyebabkan kemandulan pada lelaki.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh terapis seks dari Pennsylvania State University diketahui bahwa seorang laki-laki tak perlu waktu panjang untuk menyenangkan perempuan. Pada kenyataannya hanya diperlukan waktu sekitar 7-13 menit untuk bercinta dan beberapa menit untuk melakukan foreplay.

Ada beberapa penyebab lain yang membuat laki-laki mengalami ejakulasi tertunda seperti faktor fisik, psikologis dan juga pengaruh obat-obatan.

Jika ejakulasi tertunda terjadi akibat terlalu sering masturbasi, maka lelaki boleh menghentikan dulu kebiasaan masturbasinya dan lebih sering melakukan rangsangan manual saat berhubungan seks dengan pasangannya.

http://us.health.detik.com/read/2010/11/16/171902/1495855/766/sering-masturbasi-sebabkan-ejakulasi-tertunda?881104755

Wednesday, December 15, 2010



Hidup Di Masa Kini

Dah agak lama saya tidak menulis di blog. Ya, sejak September 2008. Kita semua mempunyai keutamaan dalam hidup kita. Ada orang memberi keutamaan untuk menghabiskan masa bersama keluarga, beribadat dan lain-lain aktiviti yang difikirkan dapat memberi kebahagian kepada mereka. Ada dari kalangan kita yang sibuk setiap malam dan hari minggu untuk membina perniagaan jualan langsung masing-masing. Komitmen yang diberikan oleh pengusaha jualan langsung MLM kepada perniagaan mereka membuat sesetengah dari kita memandang serong kepada mereka. Berbagai jolokan atau gelaran dikaitkan dengan akronim MLM. Menjaja Larut Malam, Mesyuarat Larut Malam, Masuk Lalu Mati dan macam-macam lagi.

Saya bukan hendak bercerita mengenai MLM tetapi saya ingin mengajak para pembaca sekalian merenung mengenai apa yang menjadi keutamaan masing-masing dalam hidup ini. Adakah untuk mengejar kebendaan, kemewahan dan kesenangan hidup, yang sentiasa dibayangi oleh kerisauan tentang apa yang bakal terjadi di masa hadapan? Atau mencari kebahagian hidup, yang sering dikaitkan dengan kebendaan? Atau adakah pembaca selalu berfikir apa yang terbaik dapat diberikan pada hari ini, kepada diri, keluarga, masyarakat dan negara?

Kebanyakan dari kita tidak menikmati kehidupan yang kita miliki sekarang. Kita sibuk berusaha untuk mencari kebahagian yang kita yakini akan kita miliki satu masa nanti. Kita meletakkan beberapa atau banyak syarat untuk kita mencapai kebahagian seperti pendapatan besar, rumah besar, kereta besar dan segala-galanya besar. Benda yang diingini, yang besar-besar ini, membuat kita terlupa pada yang dimiliki sekarang. Apa yang dimilki sekarang, yang dianugerah kepada kita sekarang, sememangnya sudah sempurna, sudah cukup dan lengkap untuk kita merasa bahagia pada saat ini. Tidak bahagiakah kita dengan kesihatan yang kita miliki? Bagi yang kurang sihat, tidak bahagiakah kita dengan kekuatan yang kita ada untuk menghadapi ujian tersebut? Deritakah kita bila ditinggalkan kekasih? Tidak terfikirkah mungkin itu yang lebih baik bagi kita? Setiap segala yang berlaku itu ada sebabnya. Sang Maha Pencipta tahu apa yang terbaik untuk setiap yang dicipta olehNya.

Apa sebenarnya yang membuat kita merasa sedih, dukacita, sengsara dan lain-lain yang seerti dengannya? Jawapannya, masa hadapan. Masa hadapan bermakna sesaat dari sekarang. Yang membuat kita sedih, derita dan sebagainya ialah kita tidak hidup di masa sekarang, di saat sekarang. Apa yang menghalang kita dari hidup di masa sekarang, di ketika ini, di saat ini; bukan esok, lusa, bulan depan, tahun depan atau satu masa di masa akan datang, ialah penentangan kita. Penentangan dalam bentuk pemikiran yang sibuk bermain di minda kita. Ianya berkisar dalam dua perkara sahaja ia-itu:

- Untuk kelihatan hebat atau baik di mata ramai
- Untuk mengelak kelihatan buruk di mata ramai

Pendapat untuk direnungi – Apa yang akan lakukan hari ini jika kita tahu yang kita akan mati esok? Adakah kita masih risaukan apa yang akan terjadi pada hari esok selepas esok? Atau kita akan membuat yang terbaik mungkin dan menikmati setiap nikmat yang kita miliki sekarang dan pedulikan apa orang kata?

Seperti yang sering diucapkan oleh para motivator, “Kehidupan berlaku ketika kita sibuk merancang untuk masa hadapan.” Ketika kita sedang sibuk dengan karier kita, bagi menyediakan bekalan untuk masa hadapan kita dan keluarga, kita lupa untuk sama-sama membesar dan mendidik anak-anak kita. Kita biarkan tanggungjawab itu dilaksana oleh pembantu rumah dan guru sekolah, yang sering kita persoalkan jika mereka mengambil sesuatu tindakan yang pada kita mencabar ego kita (untuk mengelak kelihatan buruk di mata ramai).

Saya, seperti kebanyakan orang, ingin kelihatan hebat/baik di mata ramai (hebat dan baik bergantung kepada kelompok mana yang disasarkan). Saya tidak mahu dipandang buruk oleh orang ramai. Bila itu terjadi, banyak perkara yang bermain di fikiran saya. Saya selalu amalkan untuk melupakan semua itu bila hati merasa tidak tenteram. Lihat apa yang telah dianugerahkan kepada saya. Bagaimana saya boleh gunakan ia untuk memberi kegembiraan atau bahagian kepada orang lain. Apabila kita memberi kegembiraan atau kebahagian kepada orang lain, kegembiraan atau kebahagian akan terbit dalam diri kita. Kegembiraan atau kebahagian yang abadi datang dari dalam diri kita. Kegembiraan dan kebahagian yang berpunca dari orang lain tidak akan kekal lama. Ini telah dibuktikan oleh sains. Bukti sains ini menguatkan lagi keyakinan saya pada Hadith Nabi:

“Tangan yang memberi itu lebih baik dari tangan yang menerima.”

Yang diberikan, tidak semestinya wang ringgit atau kebendaan. Berikan apa saja yang dimiliki pada saat itu pada mereka yang berkehendak. Jika anda mempunyai mata yang terang walaupun umur sudah meningkat, kongsikan apa ilmu yang diamalkan yang menjadi penyebab mata anda terang (tanpa kacamata).

Jumpa lagi.

Aku sayang tetapi tidak cinta pada mu


Aku sayang tetapi tidak cinta pada mu

Pernahkah kawan yang anda anggap istimewa mengatakan, “Aku sayang tetapi tidak cinta pada mu”?

Apakah maksud ayat yang diucapkan? Bila seseorang mengatakan, “aku sayang tetapi tidak cinta pada mu”, dia sebenarnya cuba membezakan dua perasaan berlainan. Namun tidak satu pun merupakan perasaan cinta. Bila seseorang mengatakan, “aku sayang tetapi tidak cinta pada mu”, dia sebenarnya ingin mengatakan dia mengambil berat tentang anda tetapi tidak merasa syok dengan anda. Jika kawan yang anda anggap istimewa mengatakan, “aku sayang tetapi tidak cinta pada mu”. Janganlah berputus asa. Beri dia ruang dan masa untuk mengenali perasaan dia yang sebenar. Mungkin ada peristiwa masa lalu yang masih menghalang dirinya dari berbuat demikian.

Mengambil berat tentang seseorang adalah sesuatu yang baik. Ia menggambarkan keperihatinan, tetapi ia bukannya cinta. Anda mengambil berat tentang kebajikan anak-anak yatim tetapi ia bukan bermakna anda cinta kepada mereka. Anda merasa syok untuk bersama artis kesayangan anda, tetapi ia bukan bermakna anda cinta kepadanya. Cinta ada kena mengena dengan perbuatan, bukannya perasaan yang anda perolehi dari seseorang. Cinta adalah pengalaman yang anda perolehi hasil dari sesuatu yang anda buat untuk seseorang. Cinta tidak ada kena mengena dengan apa yang anda harap akan dapat. Ia adalah apa yang anda diharapkan memberi, ia-itu segala-galanya. Bila anda menyintai seseorang, anda akan menerima dia seadanya. Tiada apa yang anda ingin dia ubah atau perbaiki. Semuanya sudah cukup sempurna bagi anda.

Yang disebutkan di atas bukanlah satu rahsia, dengan kata lain, cinta bukan suatu misteri. Ada perkara yang anda perlu lakukan untuk membina cinta dalam perhubungan anda.

Aku Sayang Kamu, Aku Cinta Dia
 
Dalam meniti arus percintaan
Aku terperangkap
Dalam mainan hatiku
Dalam mainan takdir

Kerana takdir aku berpisah dengannya
Kerana takdir jua aku bertemu kamu
Tapi hati aku masih keliru
Kerana aku rasa
Aku sayang kamu, tapi aku cinta dia

Maafkan aku kerana…
Aku masih menyintai dia
Aku masih menyingati dia
Aku masih berhubung dengan dia
Aku masih merindui dia
Aku tahu takdir telah tersurat
Dia bukan milikku
Dia hanya kenangan silamku
Dan Kamu adalah hidupku kini
Cuma aku belum pasti dengan hatiku sendiri

Beriku masa, beriku ruang
Untuk mencari sejauhmana
Hatiku menyayangi kamu
Menyintai kamu

Tolong fahamiku….sayang

Nukilan:RMH

Sunday, December 12, 2010

Wanita di bawah Cahaya al-Quran dan al-Sunnah


Wanita di bawah Cahaya al-Quran dan al-Sunnah
Oleh : AisyahHumaira (al-ahkam.net)

Pendahuluan

Apakah sifat seorang wanita yang beriman kepada Allah dan RasulNya? Bagaimanakah seorang wanita itu seharusnya bertingkahlaku untuk dia digelar wanita yang solehah? Dan apakah petunjuk Nabi :selawat kepada kaum wanita dari kalangan umatnya dalam menjalani kehidupannya? Sesungguhnya tidaklah seorang wanita itu mengikut setiap pesanan dan nasihat dari guru sekalian umat ini -:selawat- melainkan dia digelar wanita yang solehah. Tiada satu pun yang dapat mengukur kebaikan dan kemuliaan seorang wanita itu melainkan dengan kekuatannya berpegang kepada al-Quran dan al-Sunnah. Tulisan ini akan menjawab persoalan-persoalan yang diutarakan di atas berdasarkan dalil-dalil dari al-Quran dan al-Sunnah. Wahai kaum wanita, perhatilah dan selamilah petunjuk serta wasiat dari Penciptamu dan Rasulmu serta hadapilah hidup ini dengan hati yang lurus!

Sifat wanita yang beriman

Sekiranya seorang wanita itu berakhlak dan menghiasi dirinya dengan sifat-sifat berikut, maka bergembiralah dia dengan syurga yang dijanjikan oleh Allah untuknya.

(1) Keimanan dan taqwa kepada Allah serta kecintaannya kepada Rasul :selawat. Seorang wanita itu seharusnya mendahulukan Allah dan Rasul :selawat dalam apa jua perkara serta menjadikan keduanya sebagai kayu ukur dalam setiap gerak-geri dan tingkahlakunya. Allah Ta'ala berfirman yang bermaksud : «Tiadalah bagi lelaki yang beriman dan wanita yang beriman (hak) untuk memilih dalam urusan mereka apabila Allah dan RasulNya telah memutuskan urusan itu. Barangsiapa menderhakai Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata» [al-Ahzab : 36]. Dan Nabi :selawat telah menjanjikan bahawa mereka yang mendahulukan Allah dan RasulNya dalam setiap perkara maka mereka akan mendapat kemanisan iman. Nabi :selawat berkata yang membawa maksud : «Tiga perkara yang mana ia terdapat pada diri seseorang itu, maka dia akan merasai kemanisan iman ; orang yang mencintai Allah dan RasulNya melebihi segala sesuatu; orang yang mencintai orang lain kerana Allah; dan orang yang membenci kekafiran sebagaimana dia membenci dimasukkan ke dalam api neraka»[1].

Seorang wanita yang beriman itu selalu mengingati Allah dalam keadaan bersendiri mahupun ramai, dan dalam keadaan senang ataupun susah. Hatinya sentiasa terikat dengan Allah dan dia sentiasa memelihara iman di dalam hatinya dengan zikir, ibadah-ibadah sunat, membaca al-Quran serta memerhati tanda-tanda kekuasaan Allah. Kehidupan bagi seorang wanita itu bukanlah emas dan perhiasan, kehidupan juga bukan suami ataupun keluarga; tetapi kehidupan bagi seorang wanita itu ialah iman dan amalan-amalan soleh yang akan dibawa berjumpa Allah kelak. Allah berfirman yang bermaksud : «Barangsiapa mengerjakan kebaikan baik lelaki ataupun perempuan, sedang dia beriman, nescaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik; dan Kami balasi mereka dengan pahala yang terlebih baik dari apa yang telah mereka amalkan» [al-Nahl : 97]. Seorang wanita yang menjadikan al-Quran dan al-Sunnah sebagai tunggak hidupnya, maka dia akan menjalani kehidupan di dunia ini dengan aman dan bahagia. Dari Suhaib al-Rumi, Nabi :selawat berkata yang bermaksud : «Sungguh mengkagumkan urusan orang mukmin itu, setiap urusannya adalah baik, tidaklah perkara ini berlaku kepada seseorang pun melainkan orang mukmin, jika dia mendapat perkara gembira, dia bersyukur, itu adalah baik baginya, dan jika dia ditimpa musibah, dia bersabar, itu adalah baik baginya»[2].

(2) Sentiasa melazimi rumah dan tidak berhias-hias (tabarruj). Sekian banyak dalil-dalil dari al-Quran dan al-Sunnah yang menunjukkan bahawa melazimi rumah itu adalah lebih baik bagi seorang wanita. Setiap apa yang disebut sebagai 'baik' oleh Allah dan Rasul :selawat, maka tiadalah sesuatu pun yang lebih baik dari perkara itu. Allah berfirman di dalam al-Quran yang menunjukkan perintah kepada isteri-isteri Nabi :selawat yang bermaksud : «Tetaplah kamu dalam rumahmu dan janganlah kamu berhias-hias seperti berhiasnya perempuan jahiliyah yang dahulu…» [al-Ahzab : 34]. Ibn Kathir berkata ketika menafsirkan ayat ini : "Adab-adab ini telah Allah perintahkan kepada isteri-isteri Nabi :selawat dan wanita umat ini (untuk mereka mengikuti ummahat al-mukminin)… (ayat ini bermaksud) iaitu tetaplah kalian dan janganlah keluar tanpa sebarang hajat dan antara hajat yang dibenarkan syara' ialah solat di masjid dengan syarat yang telah ditetapkan[3]". Manakala al-Qurtubi pula berkata : "Ayat ini menunjukkan perintah untuk tetap di rumah, walaupun ayat ini ditujukan kepada isteri-isteri Nabi :selawat, tetapi dari segi makna, ia juga merangkumi wanita-wanita lain, bagaimana tidak, sedangkan banyak perintah syara' yang menyuruh wanita tetap di rumah dan tidak keluar kecuali darurat[4]".

Dalam suatu hadis, Nabi :selawat berkata yang bermaksud : «Solat wanita di (bahagian dalam) rumahnya lebih baik dari solatnya di ruangan luar rumahnya[5], dan solatnya di dalam rumah kecilnya (makhda'[6]) lebih baik dari solatnya di dalam bahagian dalam rumahnya (tadi)»[7]. Walaubagaimana pun, wanita dibenarkan untuk solat di masjid, tetapi solat mereka di rumah itu adalah lebih baik seperti yang dikatakan oleh Nabi :selawat yang bermaksud : «Janganlah kamu halang isteri-isteri kamu (bersolat) di masjid, (akan tetapi) rumah-rumah mereka itu lebih baik bagi mereka»[8]. Dalam syarah hadis ini disebutkan : 'Solat wanita di rumah itu lebih baik bagi wanita daripada solat mereka di masjid sekiranya mereka mengetahui, tetapi mereka tidak mengetahuinya lantas meminta izin untuk ke masjid dan menganggap bahawa pahala mereka bersolat di masjid itu lebih banyak. Solat mereka di rumah itu lebih baik kerana ia lebih aman dari fitnah, lebih-lebih lagi setelah berlakunya tabarruj dan berhias-hias di kalangan wanita…[9]'. Perintah ini dikuatkan lagi dengan sebuah hadis Nabi :selawat yang bermaksud : «Wanita itu aurat, jika dia keluar maka syaitan akan memandangnya, dan seorang wanita itu paling hampir dengan Tuhannya sekiranya dia berada tetap di dalam rumahnya»[10]. Perkataan 'istasyrafa' dalam hadis di atas membawa maksud syaitan akan mencantikkan wanita itu di mata lelaki, dan ada pendapat yang mengatakan bahawa maksud hadis ini ialah syaitan akan memandang wanita itu untuk menyesatkannya dan orang lain akan menjadi sesat disebabkan olehnya[11]. Subhanallah! Hadis ini menunjukkan kelebihan melazimi rumah bagi seorang wanita dan itu merupakan antara cara yang terbaik untuk dia mendekatkan diri kepada Allah. Maksudnya sama seperti hadis[12] yang menyatakan bahawa seorang hamba itu paling hampir dengan Allah dalam keadaan sujud, yang mana hadis ini menunjukkan kelebihan sujud dan galakan untuk memperbanyakkan sujud.

Perintah bagi wanita supaya tetap di rumah dan larangan untuk mereka keluar dikecualikan sekiranya mereka keluar dengan sebab-sebab dan hajat tertentu yang dibenarkan syara'. Ini berdasarkan hadis Nabi :selawat di mana Aisyah :radhia menceritakan : Saudah :radhia telah keluar –selepas turunnya perintah hijab- kerana hajat tertentu, dan dia adalah seorang wanita yang berbadan besar, mereka yang mengenalinya pasti akan akan mengetahui bahawa dia adalah Saudah (walaupun dia memakai pakaian menutupi seluruh badan ataupun keadaan malam yang gelap), maka Umar melihatnya lalu berkata : Wahai Saudah, demi Allah, kamu tidak akan dapat menyembunyikan diri dari kami, maka fikirlah cara bagaimana kamu keluar tanpa dikenali. Aisyah berkata : Maka Saudah pun pulang, dan Baginda :selawat berada di rumahku sedang makan malam dan tangannya menggenggam daging, lalu dia masuk dan berkata : Wahai Rasulullah, aku telah keluar untuk menunaikan hajatku dan Umar telah berkata kepadaku (itu dan ini). Aisyah berkata : Maka Allah telah menurunkan wahyu kepadanya dan ketika keadaan itu selesai, daging itu masih berada di genggamannya seakan-akan beliau tidak mahu menyimpannya, lalu Nabi :selawat bersabda : «Kamu diizinkan keluar untuk memenuhi keperluanmu»[13].

(3) Sentiasa menundukkan pandangan dan memelihara dirinya. Seorang wanita yang beriman dan solehah itu sentiasa menundukkan pandangannya dari melihat perkara-perkara yang haram dan sentiasa memelihara kehormatan dirinya sebagai seorang wanita yang beriman.

Telah menjadi kebiasaan bagi wanita-wanita zaman ini samada yang sudah bersuami atau pun masih belum berkahwin –kecuali mereka yang dipelihara oleh Allah- untuk mempunyai sahabat dari kalangan lelaki. Ini bertentangan dengan sifat wanita yang beriman dari kalangan hamba yang disifatkan oleh Allah dalam surah al-Nisa' yang bermaksud : «…dan berikanlah kepadanya mas kahwinnya dengan kadar yang patut, sedang hamba itu perempuan yang baik, bukan perempuan lacur dan bukan pula mengambil lelaki lain sebagai teman secara rahsia…» [al-Nisa' : 25]. Inilah budaya barat yang cuba diserap masuk di kalangan wanita-wanita Muslimah kerana musuh-musuh Allah ini tahu bahawa rosaknya wanita Muslimah bererti rosaklah generasi Islam yang akan datang! Tetapi malangnya, fenomena ini dianggap biasa di zaman ini bahkan wanita yang tiada sahabat lelaki itu pula yang dikatakan ketinggalan zaman serta tidak pandai bersosial dan sebagainya. Allah jualah tempat meminta pertolongan.

Firman Allah lagi dalam surah yang sama mengenai sifat-sifat wanita yang baik itu : «…Perempuan-perempuan yang solehah ialah perempuan-perempuan yang taat, yang memelihara kehormatannya sewaktu suaminya tiada, sebagaimana Allah telah memeliharakan dirinya…» [al-Nisa' : 34]. Maksudnya, mereka ini memelihara kehormatan diri mereka dan memelihara rahsia suami ketika ketiadaannya sebagaimana Allah memelihara mereka dengan memerintahkan para suami supaya bergaul dengan baik dengan mereka dan menunaikan hak-hak para isteri[14]. Inilah ciri-ciri wanita yang solehah.

Manakala perintah menundukkan pandangan pula tidaklah terhad pada lelaki sahaja, bahkan Allah telah mengkhususkan satu ayat yang menyuruh para wanita juga menundukkan pandangan. Firman Allah yang bermaksud : …«Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, supaya mereka merendahkan pandangan…» [al-Nur : 31].

(4) Menjaga lisan daripada mengumpat, memfitnah dan sebagainya. Suka mengumpat, mencerca dan melaknat adalah satu sifat yang sering dikaitkan dengan wanita –kita memohon keselamatan dari Allah supaya dijauhkan dari sifat ini-. Manakan tidak, sedangkan Allah sendiri mengkhususkan larangan ini kepada wanita di samping ayat yang umum melarang orang mukmin itu menghina sesama mukmin. Allah berfirman yang bermaksud : «…dan jangan pula kaum perempuan menghina kaum perempuan yang lain, kerana boleh jadi perempuan yang dihina itu lebih baik dari perempuan yang menghina…» [al-Hujurat : 11]. Allah mengkhususkan larangan ini kepada wanita kerana kaum inilah yang seringkali cepat mengeluarkan kata-kata yang tidak baik samada mengumpat, menghina, mengata dan sebagainya[15]. Syeikh al-Sa'di rahimahullah di dalam tafsirnya berkata : '…pada realitinya memang selalunya mereka yang dihina itu lebih baik dari yang menghina, kerana penghinaan itu tidak akan datang kecuali dari hati yang penuh dengan keburukan dan akhlak yang keji…'[16].

Allah Ta'ala juga berfirman yang bermaksud : «…dan janganlah kamu mengumpat orang lain, sukakah salah seorang kamu memakan daging saudaranya yang telah mati?...» [al-Hujurat : 12]. Maka selayaknya bagi wanita yang beriman untuk menjauhi larangan Allah ini dan cuba sedaya-upaya untuk menjaga lisannya dari berkata yang tidak baik. Hendaklah seorang wanita itu bertaqwa pada Allah dan meletakkan syurga dan neraka di hadapannya sebelum berkata apa-apa mengenai orang lain.

Dari Huzaifah :radhia, Nabi :selawat berkata yang bermaksud : «Tidak akan masuk syurga qattaat (orang yang mendengar sesuatu sedangkan dia tidak mengetahui hakikat sebenarnya dan kemudian menyebarkannya untuk tujuan berbuat kerosakan[17])[18].

(5) Menjaga pendengarannya daripada muzik, kata-kata yang keji dan perkara-perkara lain yang haram untuk didengari. Seorang wanita yang beriman hendaklah berusaha sedaya-upaya untuk menjauhi apa jua perkara yang boleh melalaikannya dan tidak mendatangkan faedah bagi agamanya. Dia hendaklah sentiasa memelihara pendengarannya kerana ia adalah sesuatu yang dipertanggungjawabk an ke atasnya dan akan disoal oleh Allah di hari akhirat kelak. Allah berfirman yang bermaksud : «…Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, masing-masing akan dipertanggungjawabk an» [al-Isra' : 36].

Nabi :selawat berkata yang bermaksud : «Akan muncul dari umatku orang-orang yang menghalalkan (menganggap halal) zina, memakai baju sutera, arak dan alat muzik…»[19]. Perbuatan 'menghalalkan' itu tidak terjadi melainkan apabila hukum asal sesuatu itu adalah haram. Dalam hadis ini, alat muzik diletakkan sebaris dengan arak dan zina yang mana jelas pengharamannya pada umat Islam. Ibn Mas'ud :radhia berkata : "Nyanyian itu menumbuhkan nifaq dalam hati sebagaimana air itu menumbuhkan sayuran"[20].

Dr. 'Aidh al-Qarni berkata[21] : Sesiapa yang mendengar muzik itu maka dia akan dihukum dengan tiga perkara :

1- Terputus hubungan hatinya dengan Allah.
2- Dia tidak lagi menyintai al-Quran, zikir, hadis, sirah Nabi :selawat dan sebagainya.
3- Allah akan mengharamkan mendengar nyanyian baginya di syurga nanti.

Bersambung insha Allah…

[1] Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Sahihnya, Kitab Bad'u al-wahyi, Bab Halawat al-iman, no. hadis : 16; Muslim dalam Sahihnya, Kitab al-Iman, Bab Bayan khisal man ittashafa bihinna wajada fiihi halawat al-iman, no. hadis : 67; al-Nasa'ie dalam Sunannya, Kitab al-Iman wa syara'i'ihi, Bab Halawat al-iman, no. hadis : 4988; Ahmad dalam Musnadnya, 3/103, no. hadis : 12021.

[2] Diriwayatkan oleh Muslim dalam Sahihnya, Kitab al-Zuhd wa al-Raqa'iq, Bab al-Mu'min amruhu kulluhu khayr, no. hadis : 64; Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban bi Tartib Ibn Balban, Kitab al-Jana'iz, Bab Ma ja'a fi al-sabr, no. hadis : 2896. Lafaz hadis ini adalah lafaz Muslim.

[3] Ibn Kathir, Tafsir al-Quran al-'Azhim, (T.Tp, T.Th) 3/636.

[4] Al-Qurtubi, al-Jami' li Ahkam al-Quran, (T.Tp, T.Th) 14/158.

[5] Al-Hujurat : Kawasan lapang di dalam rumah. Lihat : al-'Azhim Abadi, Syaraf al-Haq Muhammad Asyraf, 'Aun al-Ma'budSyarh Sunan Abi Daud, (Beirut : Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi, 2001) 2/166.

[6] Al-makhda' : Rumah kecil yang ada dalam rumah besar; tempat menyimpan barang-barang yang berharga. Lihat : Ibid.

[7] Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya, Kitab al-Salat, Bab al-Tasydid fi zalik, no. hadis : 570; Ibn Khuzaimah dalam Sahihnya, Kitab al-Salat, Bab Ikhtiyar Salat al-Mar'ah fi Baytiha 'ala Salatiha, no. hadis : 1688; al-Hakim dalam al-Mustadrak, Kitab al-Imamah wa Salat al-Jama'ah, no. hadis : 757; al-Baihaqi dalam Sunannya, Kitab al-Haidh, Bab Khayr Masajid al-Nisa' Qa'r Buyutihinna, no. hadis : 5144. Berkata al-Hakim : 'Hadis ini hadis sahih menepati syarat Bukhari dan Muslim tetapi mereka tidak meriwayatkannya di dalam kitab mereka. Keduanya berhujah dengan Muwarriq ibn Musyamrij al-'Ajaliyy' ; dan ia dipersetujui oleh al-Zahabi.

[8] Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya, Kitab al-Salat, Bab Ma ja'a fi khuruj al-nisa' ila al-masjid, no. hadis : 567; Ahmad, 2/76, no. hadis : 5468 & 5471; al-Hakim dalam al-Mustadrak, Kitab al-Imamah wa Salat al-jama'ah, no. hadis : 755; al-Baihaqi dalam Sunannya, Kitab al-Haidh, Bab Khayr Masajid al-Nisa' Qa'r Buyutihinna, no. hadis : 5142. Berkata al-Hakim : 'Hadis ini sahih menepati syarat Bukhari dan Muslim, keduanya berhujah dengan al-'Awwam bin Hawsyab dan telah thabit bahawa Habib mendengar dari Ibn Umar; tetapi mereka tidak meriwayatkan penambahan dalam hadis ini 'wa buyutuhunna khayrun lahunna''. Dipersetujui oleh al-Zahabi.

[9] al-'Azhim Abadi, op. cit, 2/165.

[10] Diriwayatkan oleh al-Tirmizi dalam Sunannya, Kitab al-Ridha', Bab bi dun tarjamah , no. hadis : 1173; Ibn Hibban dalam Sahihnya, Kitab al-Hazr wa al-Ibahat, no. hadis : 5599; Ibn Abi Syaibah dalam al-Musannaf, Kitab al-Salawat, Bab Man kariha zalik, no. hadis : 7616; Ibn Khuzaimah dalam Sahihnya, Kitab al-Salat, Bab Ikhtiyar Salat al-Mar'ah fi Baytiha 'ala Salatiha…, no. hadis : 1685; al-Tabarani dalam al-Mu'jam al-Kabir dan al-Awsath, no. hadis : 10115 & 8096. Dalam riwayat al-Tirmizi oleh Abdullah, tiada lafaz : 'Wa aqrabu ma takuunu…' dan dia berkata : 'Ini hadis hasan sahih gharib'. Berkata al-Haithami : 'Diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam al-Kabir dan perawi-perawinya dipercayai'. Lihat : al-Haithami, Nur al-Din Ali bin Abi Bakr, Majma' al-Zawa'id wa Manba' al-Fawa'id, (Beirut : Dar al-Fikr, 1412H) 2/156.

[11] Lihat : al-Mubarakfuri, Muhammad Abdul Rahman bin Abdul Rahim, Tuhfat al-Ahwazi bi Syarh Jami' al-Tirmizi, (Beirut : Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2001) 4/283.

[12] Diriwayatkan oleh Muslim dalam Sahihnya, Kitab al-Salat, Bab Ma Yuqaal fi al-Ruku' wa al-Sujud, no. hadis : 482; Abu Daud dalam Sunannya, Kitab al-Salat, Bab Fi al-Du'a fi al-Ruku' wa al-Sujud, no. hadis : 875; al-Nasa'ie dalam Sunannya, Sifat al-Salat, Aqrab Ma Yakuunu al-'Abd Min Allah 'Azza wa Jalla, no. hadis : 1137; Ahmad dalam Musnadnya, 2/421, no. hadis : 9442.

[13] Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Sahihnya, Kitab al-Tafsir, Bab Qauluhu Ta'ala : [33 : 53], no. hadis : 4517; Muslim dalam Sahihnya, Kitab al-Salam, Bab Ibahat al-khuruj li al-nisa' li qadha' hajat al-insan, no. hadis : 2170.

[14] Lihat : al-Baghawi, al-Hussain bin Mas'ud, Ma'alim al-Tanzil, (al-Riyadh : Dar Thiibah, 2002M/1423H) 1/519.

[15] Lihat : al-Qurtubi, op. cit., 16/275.

[16] Al-Sa'di, Abdul Rahman bin Nasir, Taysir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, (al-Riyadh : Dar al-Salam, 2002M/1422H) 945.

[17] Lihat : Ibn Hajar, Ahmad bin Ali Abu Fadhl, Fath al-Bari, (Beirut : Dar al-Ma'rifah, 1379H) 10/473.

[18] Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Sahihnya, Kitab al-Adab, Bab Ma Yukrahu min al-Namimah, no. hadis : 5709; Abu Daud dalam Sunannya, Kitab al-Adab, Bab fi al-Qattaat (al-Nammaam) , no. hadis : 4871; Ahmad dalam Musnadnya, 5/382, 389, 397, 402, 404; al-Nasa'ie dalam Sunan al-Kubra, Kitab al-Tafsir, Surah al-Qalam, no. hadis : 11614.

[19] Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Sahihnya, Kitab al-Asyribat, Bab Ma Ja'a fi Man Yastahillu al-Khamr…, no. hadis : 5268; Abu Daud dalam Sunannya, Kitab al-Libas, Bab Ma Ja'a fi al-Hirr, no. hadis : 4039.

[20] Dinaqalkan dari : al-Suyuti, Jalaluddin bin al-Kamal, al-Amru bi al-Ittiba' wa al-Nahyu 'an al-Ibtida', (al-Riyadh : Dar Ibn al-Qayyim, 2001M/1422H) 107.

[21] Lihat : Al-Qarni, 'Aidh bin Abdillah, Bayt Ussisa 'ala al-Taqwa, (Beirut : Dar Ibn Hazm, 2000M) 214